Transpersonal* Che_nal

Psikologi Transpersonal

Menurut Maslow psikologi belum sempurna sebelum difokuskan kembali dalam pandangan spiritual dan transpersonal. Atas segala kritiknya terhadap angkatan-ang-katan sebelumnya. psikologi transpersonal kelanjutan dari psikologi humanistik, yang pada gilirannya melanjutkan pemikiran Jung dan Frankl. Psikologi transpersonal be-rusaha menggabungkan tradisi psikologis dengan tradisi agama-agana besar dunia. Dia ingin mengambil pelajaran dari kearifan perenial (philosophia pirennis).

Sepanjang jaman, manusia bertanya : “Siapakah aku ?”. Tradisi keagamaan men-jawabnya dengan menukik jauh ke dalam, “Wujud spiritual ruh”.  Praktik-praktik kea-gamaan mengajarkan kita untuk menyambungkan diri kita dengan bagian diri kita yang terdalam ini. Psikologi modern menjawab dengan menengok ke dalam (tidak terlalu dalam), “Self, ego, eksistensi psikologis”, dan psikoterapi adalah perjalanan psikologis untuk menemukan diri ini. Psikologi transpersonal menggabungkan kedua jawaban ini, ia mengambil pelajaran dari semua angkatan psikologi dan kearifan perenial agama. Ia mengajarkan praktik-praktik untuk mengantarkan manusia pada kesadaran spiritual, di atas id, ego, dan super ego Freud.

Agama-agama berbicara tentang kesadaran spiritual yang luas dan multidimensi-onal. Diri kita, eksistensi psikologis kita, hanyalah penampakan luar dari esensi spi-ritual kita. Penjelasan psikologis yang hanya berkutat pada penampakan luar jelas tidak memadai. Menyembuhkan gangguan mental dengan menggarap diri lahiriah kita sama saja dengan mendorong mobil mogok tanpa memperbaiki mesinnya. Cortright mengemukakan, bahwa studi sedalam apapun tentang genetika, biokimia, atau neu-rologi, pada satu sisi, atau sistem keluarga, interaksi ibu-anak, dan pengalaman masa kecil pada sisi lain, atau dengan perkataan lain, tak ada penjelasan apapun, yang memperhitungkan hanya penampakan luar dari masalah nature (bawaan) dan nurture (lingkungan), dapat memberikan jawaban memuaskan pada masalah fundamental kehidupan. Hanya dengan  memandang  ke dimensi spiritual, yang memasukkan dan sekaligus mentransendenkan bawaan dan lingkungan, kita dapat mene-mukan jawaban yang tepat untuk masalah eksistensi manusia.

2 thoughts on “Transpersonal* Che_nal

  1. halo bung, ini jaenal ya, saya junaedi jenber ketua mgbk, gmna kabarnya kapan ada seminar lagi.
    konseling life skiil itu apa juga ada di tingkat mts

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s