UNAS ULANG

elanjur Diterima PMDK, Siswa Gagal Ujian Nasional Kebingungan
03 Jun 2009 | Komentar : 0

Ngawi – Surya- Mendapat kesempatan mengulang Unas, tak membuat masalah yang dihadapi 315 siswa SMAN 2 Kabupaten Ngawi selesai. Beberapa di antara mereka yang dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur PMDK, kebingungan.

“Saya mendengar kabar adanya Unas ulang di SMA saya ini kaget dan juga bingung. Karena saat itu saya sudah nggak memikirkan akan ada ujian lagi. Makanya saya sudah mempersiapkan diri untuk masuk di UGM karena sudah diterima melalui PMDK,” ujar Ardian, siswa kelas 3 IPS.

Dia juga sudah malas belajar lagi. Sebab, dia tak menyangka akan ada Unas ulang tersebut. Padahal dia mengaku tidak mencontek sama sekali, karena duduk di depan. “Sampai sekarang saya masih bingung dan bertanya-tanya ada apa dengan jawaban saya,” tegas pelajar berambut klimis ini.

Kemarin, Senin (1/6), Kepala SMAN 2 Ngawi, Suratman mengumpulkan para siswa kelas 3 dengan tujuan untuk memotivasi para siswa agar kembali percaya diri menghadapi soal-soal Unas ulang. Namun dalam kesempatan itu, Suratman justru dicecar banyak pertanyaan oleh para siswa.

Rata-rata siswa mengaku kebingungan lantaran telanjur mengikuti tes masuk PTN, Akademi Polisi (Akpol), STAN, dan perguruan tinggi lainnya. Mediska Rosa, siswi jurusan IPA mengaku sanksi menghadapi Unas ulang. Apalagi, dirinya sudah telanjur masuk ke fakultas kedokteran di salah satu PTN.

“Sampai sekarang kami nggak percaya jawaban kami seragam dan salah semua. Kalau di bawah standar tolong hasilnya kami diberitahu. Apakah Unas ulang memiliki hasil kesetaraan dengan Unas nasional umumnya?” katanya.

Hampir dua jam acara itu digelar. Sebelumnya, dalam upacara juga diberikan gambaran tentang adanya rencana Unas ulang kepada seluruh siswa. Setelah itu, Suratman harus menghadapi banyak pertanyaan lagi, karena Komisi A dan B DPRD Kabupaten Ngawi memanggilnya bersama dengan Kepala Dinas P dan K Kabupaten Ngawi, Abimanyu. Mereka berdua diminta menjelaskan adanya Unas ulang tersebut.

Dalam dengar pendapat dengan legislatif tersebut terjadi silang pendapat soal sah tidaknya Unas ulang. Unas ulang untuk SMAN 2 Ngawi merupakan keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melalui surat keputusannya SK BSNP No 16/SK-UN BSNP V/2009.

Menurut anggota Komisi A, Adi Wiyono, untuk mengeluarkan SK Unas ulang seharusnya tidak disampaikan oleh BSNP. Alasannya, kewenangan untuk memutuskan hanya Mendiknas. Berdasarkan aturan, Unas ulang hanya dilaksanakan dalam bentuk Unas susulan bagi siswa yang bisa membuktikan dengan surat keterangan sakit atau berhalangan.

“Bagi kami BSNP tidak berhak mengeluarkan SK Unas ulang. Karena yang berkompeten hanya Mendiknas. Kami yakin keputusan itu akan menimbulkan polemik bagi sekolah-sekolah lainnya yang juga berharap adanya Unas ulang,” tegasnya.

Lantaran dalam pertamuan tersebut tak menemukan jalan terang. Rencananya perwakilan DPRD dan Dinas P dan K Kabupaten Ngawi serta sekolah berencana ke Jakarta untuk mempertanyakan keabsahan Unas ulang tersebut. st14

Surya, 2 Juni 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s